Tulisan dalam halaman ini diambil dari Buku “50 Tahun Jurusan Kimia UM (1964 – 2014)“. Buku ini, seperti namanya, menceritakan perjalanan dan perkembangan Departemen Kimia di Universitas Negeri Malang (UM) selama setengah abad, dari tahun 1964 hingga 2014.
Berdirinya Jurusan Kimia
Kapankah sebenarnya Jurusan Kimia FMIPA UM berdiri? Agaknya tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini secara tepat. Hal ini karena belum diketemukannya dokumen otentik yang menyangkut berdirinya jurusan tersebut. Namun demikian tahun kelahiran itu sudah pasti, yaitu tahun 1964. Mengenai bulan berdirinya, informasi yang sangat berharga dapat ditarik dari buku peringatan Dies Natalis ke XIV, halaman 68 yang menyatakan:
Pada saat Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) statusnya menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang pada tahun 1963, bulan Mei, maka pada bulan September 1964 berdiri pula Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE). Fakultas baru itu masih memiliki dua jurusan seperti yang telah disebut di atas. Sebenarnya jurusan ilmu alam telah dibuka secara formil pada saat dibukanya PTPG besama-sama jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pasti, tetapi karena satu dan lain hal tidak berjalan. Dalam usaha mengembangkan dirinya, pada tahun itu juga FKIE merealisasi Jurusan Ilmu Kimia.
Berdasarkan cuplikan di atas, dapat ditarik kesimpulan berdirinya jurusan Ilmu Kimia adalah pada bulan September, yaitu awal tahun ajaran baru pada masa itu. Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan dari sebagian mahasiswa angkatan pertama serta staf pengajar yang ada sejak berdirinya Jurusan Ilmu Kimia tersebut. Jurusan Ilmu Kimia berdiri oleh adanya dua dorongan utama yakni dorongan dari dalam dan dorongan dari luar. Dorongan dari luar, berupa kebutuhan akan tenaga pendidik dalam bidang Ilmu Kimia yang dirasakan semakin besar bersamaan dengan semakin bertambah dan berkembangnya pendidikan menengah di Indonesia. Dorongan dari dalam, berupa fasilitas laboratorium yang (relatif) cukup lengkap dan belum pernah dijamah pada saat itu. Peralatan laboratorium yang sudah ada sejak PTPG berdiri tetap tersimpan di dalam gudang, bahkan sebagian peralatan menjadi rusak. Pimpinan IKIP Malang pada waktu itu sangat tanggap akan situasi itu. Tidak dapat disangkal lagi, bahwa berdirinya Jurusan Ilmu Kimia yang mulus berkat penanganan secara cermat dan bijaksana oleh para pendiri utama yaitu Prof. Dr. D. Dwijoseputro, M.Sc. (pimpinan IKIP Malang), Sunarto Tjitrowinoto, M.A. (Pembantu Rektor II IKIP Malang), serta Parmanto, M.A. (pimpinan Matematika).
Pada awalnya Jurusan Ilmu Kimia menempati ruang XII K berdampingan dengan Lab. Kimia (sekarang merupakan unit G Fakultas Teknik). Perkembangan selanjutnya membutuhkan ruang gerak yang lebih luas bersamaan makin berkembangnya Jurusan Ilmu Kimia. Pada tahun 1967, Jurusan Ilmu Kimia berpindah tempat ke Jl. Surabaya dan mendapatkan satu ruangan kuliah di unit A FIP (saat ini menjadi kompleks Rektorat) dan sebuah laboratorium di unit C (saat ini menjadi gedung Fakultas Pendidikan Psikologi). Pada tahun berikutnya Jurusan Ilmu Kimia mendapat satu ruang tambahan dari unit C. Dengan keterbatasan ruang dan tenaga yang tersedia, Jurusan Ilmu Kimia mulai menunjukkan hasilnya yang pertama dengan lulusnya Sie Tiong Gwan, B.A. Saat itu Jurusan Kimia hanya memiliki tingkat Sarjana Muda (SM). Dengan bertambahnya staf pengajar dan kemampuan yang ada, pada tahun 1968 Jurusan Ilmu Kimia membuka Progam sarjana dengan mahasiswa Samsuri, B.A.
Pada tahun 1975 , sesuai dengan sistem yang berlaku di IKIP Malang sebutan jurusan di semua fakultas diganti dengan departemen. Berdasarkan ketentuan ini nama Jurusan Ilmu Kimia berubah nama menjadi Departemen Ilmu Kimia. Pada tahun 1978, IKIP Malang melakukan pengembangan dengan menempatkan FKIE (termasuk Departemen Ilmu Kimia) pada gedung di unit T dan V (saat ini unit E4 dan E5). Departeman Ilmu Kimia saat itu menempati unit T (unit E4), sedangkan Laboratorium Kimia di unit V (unit E5). Laboratorium yang dimilikipun berkembang menjadi 4 Laboratorium. Pada tahun 1979 sistem penjenjangan Sarjana Muda dan Sarjana dihapus dan diganti dengan Strata 0 ( S-0 ) dan Strata 1 ( S-1 ). Seiring dengan perubahan tersebut istilah departemen tidak lagi digunakan dan sebagai penggantinya digunakan kembali istilah jurusan.
Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 1981 yang pada dasarnya merupakan penataan kembali fakultas di lingkungan Universitas dan Institut, maka nama Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta diganti dengan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA). Salah satu jurusan yang bernaung di bawah FPMIPA IKIP Malang adalah Jurusan Pendidikan Kimia. IKIP Malang melalui Progam Studi Pendidikan Doktor (PSPD) yang sekarang dikenal sebagai Progam Pasca Sarjana membuka Progam Magister (S2) Pendidikan Kimia pada tahun 1985. Sejak tahun 1994 sampai sekarang Jurusan Pendidikan Kimia menempati gedung baru yang cukup memadai yaitu di gedung O2 yang berada di kompleks gedung FPMIPA. Fasilitas yang dimilikipun juga semakin lengkap, diantaranya fasilitas ruang seminar dan diskusi, 6 ruang laboratorium, 1 ruang laboratorium komputer, 1 ruang laboratorium pembelajaran, peralatan dan instrumen laboratorium, perlengkapan perkuliahan (peralatan dan media pembelajaran), serta fasilitas pendukung lainnya. Selain mendapatkan gedung baru, Jurusan Pendidikan Kimia juga mendapatkan fasilitas ruang laboratorium tambahan di gedung GLB (O4) dan ruang kuliah tambahan di gedung GKB (O3) dan gedung SPA (O8). Kesemuanya di lingkungan FPMIPA.
Pada tahun 1997, Dirjen Dikti mengeluarkan keputusan No. 241 / DIKTI / Kep. / 1997, tanggal 15 Agustus 1997 yang berisi perluasan mandat kepada FPMIPA IKIP untuk menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan sarjana non-kependidikan. Dengan demikian Jurusan Pendidikan Kimia mulai tahun 1997 menyelenggarakan Progam Studi S1 Pendidikan Kimia dan Progam Studi S1 Kimia. Berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 93 tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999, IKIP Malang berganti nama menjadi Universitas Negeri Malang (UM). Sebagai Implikasi dari Kepres tersebut, nama fakultas FPMIPA diganti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), nama jurusan pendidikan Kimia juga berubah menjadi Jurusan Kimia yang menaungi Progam Studi S1 Pendidikan Kimia dan Progam Studi S1 Kimia. Perkembangan Jurusan berlanjut dengan dibukanya Progam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kimia pada tahun 2012. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2013 Jurusan Kimia dipercaya kembali untuk menyelenggarakan Progam Studi S3 Pendidikan Kimia. Pada tahun 2014 ini, Jurusan Kimia juga berusaha mengembangkan sayap untuk membuka Progam Studi S2 Kimia yang pada saat ini sedang dalam proses pengajuan ke Ditjen Dikti sampai Formulir F5.
Organisasi Tingkat Jurusan
Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Kepala Laboratorium Kimia dipilih setiap 4 tahun sekali secara demokratis pada rapat jurusan khusus sesuai dengan rambu-rambu yang ada, yakni Keputusan Rektor No. 0732/KEP/H32/HK/2007 tentang Pelaksanaan Pencalonan Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan. Sedang untuk peraturan pelaksanaan pemilihan Kepala Laboratorium sesuai dengan SK Rektor No. 0149/KEP/ J36/HK/ 2004. Pemilihan difasilitasi oleh panitia yang beranggotakan 5 orang dosen yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dekan. Hasil-hasil pemilihan selanjutnya diusulkan ke Dekan untuk diajukan ke Rektor agar memperoleh Pengangkatan dan Pelantikan sebagai Ketua, Sekretaris Jurusan, dan Kepala Laboratorium.
Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Kepala Laboratorium Kimia secara sinergi mengelola pelaksanaan program studi Pendidikan Kimia dan Kimia di Jurusan Kimia. Di bawah koordinasi Ketua Jurusan masing-masing personal bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Untuk membantu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas jurusan, dan dengan berkoordinasi dengan Tim Pengembang dan Perwakilan Dosen, selanjutnya Ketua Jurusan membentuk satuan-satuan tugas. Satuan tugas bertugas dan berkerja sebagai tugas tambahan untuk menunjang pelaksanaan akademik dan administrasi. Struktur organisasi Jurusan Kimia tercantum dalam bagan berikut:

Perkembangan Staf Pengajar
Pada awalnya Jurusan Kimia hanya memiliki 2 tenaga tetap yaitu Sunarto Tjitrowinoto, M.A. dan Samsuri, B.A. Dua orang tenaga ini sudah tentu tidak mungkin melaksanakan semua kegiatan perkuliahan, maka diperlukan tenaga-tenaga lain sebagai tenaga luar biasa diantaranya R. Subandi (sampai tahun 1967) dan Dra. Nie Khing Hwa. Selanjutnya bulan Maret 1965, tanaga luar biasa yang dimiliki Jurusan Kimia bertambah lagi yaitu Drs. Maksum Nitiatmojo. Pertambahan staf pengajar memang lambat dan baru nampak cepat mulai pertengahan dasawarsa 1970-an sehingga pada masa ini kekuatan staf pengajar telah menjadi 44 orang. Selama perkembangannya terdapat beberapa staf pengajar yang mengundurkan diri ataupun purna bakti. Perubahan staf pengajar secara berurutan dalam lingkungan Jurusan Kimia adalah sebagai berikut.
S.Si. (1992, Institut Teknologi Bandung), M.T. (1995, Institut Teknologi Bandung), Ph.D. (1998, Universiti Teknologi Malaysia), Postdoctoral Research Fellow (1999–2002, Hokkaido University)
S1 Inst. Teknologi 10 Nop. Surabaya (1997), S2 Inst. Teknologi 10 Nop. S (2000), S3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2017)
S1 IKIP Malang (1990), S2 Inst. Teknologi Bandung (1995), S3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2015)
S1 Univ. Andalas Padang (1991), S2 Inst. Teknologi Bandung (1995), S3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2015)
S1 IKIP Malang (1992), S2 Inst. Teknologi Bandung (1998), S3 Universitas Gadjah Mada (2012)
S1 Universitas Brawijaya (2009), S2 Institut Teknologi Bandung (2018), S3 The University of Osaka (2026)
S1 Universitas Negeri Malang (2011), S2 Institut Teknologi bandung (2014), S3 Technische Universitat Dresden (2019)
S1 IKIP Malang (1988), S2 Inst. Teknologi Bandung (1993), S2 Univ. of Houston, Amerika (1996), S3 Univ. de Rennes 1, Perancis (2001)
S1 Universitas Negeri Malang (2009), Profesi Universitas Negeri Malang (2009), S2 Institut Teknologi Bandung (2012), S3 Chiba University (2018)
S1 Universitas Negeri Malang (2013), S2 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2016)
S1 Universitas Negeri Yogyakarta (2012), S2 Universitas Gadjah Mada (2018)
S1 IKIP Malang (1990), S2 Univ. Gadjah Mada Yogyakarta (1998), S3 Univ. Brawijaya Malang (2010)
S1 Univ. Negeri Malang (2003), S2 ITB Bandung (2008), S3 The University Of Leeds (2024)
S1 Universitas Negeri Malang (2011), S2 Institut Teknologi bandung (2014), S3 Universiti Kebangsaan Malaysia (2025)
S1 Institut Teknologi Bandung (2013), S2 King Fahd University (2017)
S1 Universitas Gadjah Mada (2015), S2 Universitas Gadjah Mada (2018)
S1 Universitas Brawijaya (2015), S2 Ritsumeikan University (2017)
S1 Universitas Airlangga (2014), Profesi Universitas Airlangga (2015), S2 Universitas Airlangga (2017)
S1 Inst. Teknologi 10 Nop. Surabaya (1997), S2 Univ. Airlangga Surabaya (2001), S3 Universitas Indonesia (2012)
S1 Univ. Brawijaya Malang (1998), S2 Inst. Teknologi Bandung (2003), S3 Institut Teknologi Bandung (2021)
S1 Universitas Brawijaya (2004), S2 The University of the Ryukyus (2010), S3 The University of the Ryukyus (2013)
S1 IKIP Malang (1990), S3 Univ.of NewSouthWales, Sy (1999)
S1 IKIP Malang (1990), S2 Univ. Gadjah Mada Yogyakarta (1997), S3 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2011)
S1 Universitas Pendidikan Indonesia (2007), S2 Institut Teknologi Bandung (2011)
S1 IKIP Malang (1990), S2 Inst. Teknologi Bandung (1997), S3 Delft Univ. of Techno., B (2005)
S1 Universitas Negeri Malang (2014), S2 Institut Teknologi Bandung (2017)
S1 Universitas Negeri Malang (2009), S2 Universitas Brawijaya (2013), S3 Kumamoto University (2021)
S1 Universitas Airlangga (2011), S2 Universitas Airlangga (2016)
S1 IKIP Malang (1992), S2 Inst. Teknologi Bandung (1998), S3 Universitas Negeri Malang (2018)
S1 IKIP Malang (1992), S2 Inst. Teknologi Bandung (1998), S3 Univ. Negeri Malang (2011)
S1 IKIP Yogyakarta (1989), S2 Univ. Gadjah Mada Yogyakarta (1997), S3 Universitas Negeri Malang (2020)
S1 Universitas Negeri Malang (2009), S2 Universitas Negeri Malang (2012), S3 Western Michigan University (2024)
S1 Universitas Negeri Malang (2008), S2 Universitas Negeri Malang (2011)
S1 IKIP Malang (1990), S2 Deakin Univ., Melbourne, (1997), S3 Hyogo University of Teacher Education (2011)
S1 IKIP Malang (1989), S2 Univ. Gadjah Mada Yogyakarta (1997), S3 Universitas Negeri Malang (2018)
S1 IKIP Malang (1989), S2 Univ. Gadjah Mada Yogyakarta (1997), S3 Universitas Pendidikan Indonesia (2017)
S1 IKIP Malang (1994), S2 Univ. Negeri Malang (2003)
S1 Univ. Negeri Malang (2004), S2 Univ. Negeri Malang (2009), S3 Universitas Negeri Malang (2020)

