Seiring berjalannya waktu, posisi Ketua Departemen Kimia telah menjadi peran yang penuh dengan cerita menarik. Dari masa ke masa, banyak tokoh yang telah mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Departemen Kimia, dan setiap individu tersebut memiliki kisah unik yang memikat perhatian.
Berdirinya Departemen Kimia
Kapankah sebenarnya Departemen Kimia FMIPA UM berdiri? Agaknya tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini secara tepat. Hal ini karena belum diketemukannya dokumen otentik yang menyangkut berdirinya departemen tersebut. Namun demikian tahun kelahiran itu sudah pasti, yaitu tahun 1964. Mengenai bulan berdirinya, informasi yang sangat berharga dapat ditarik dari buku peringatan Dies Natalis ke XIV, halaman 68 yang menyatakan:
Pada saat Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) statusnya menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang pada tahun 1963, bulan Mei, maka pada bulan September 1964 berdiri pula Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE). Fakultas baru itu masih memiliki dua jurusan seperti yang telah disebut di atas. Sebenarnya jurusan ilmu alam telah dibuka secara formil pada saat dibukanya PTPG besama-sama jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pasti, tetapi karena satu dan lain hal tidak berjalan. Dalam usaha mengembangkan dirinya, pada tahun itu juga FKIE merealisasi Jurusan Ilmu Kimia.
Berdasarkan cuplikan di atas, dapat disimpulkan bahwa Jurusan Ilmu Kimia mulai berdiri pada bulan September, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru pada masa itu. Kesimpulan ini diperkuat oleh kesaksian sejumlah mahasiswa angkatan pertama serta para staf pengajar yang telah bergabung sejak awal berdirinya Jurusan Ilmu Kimia.
Berdirinya Jurusan Ilmu Kimia didorong oleh dua faktor utama, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal berupa meningkatnya kebutuhan akan tenaga pendidik di bidang Ilmu Kimia seiring dengan bertambahnya jumlah serta berkembangnya pendidikan menengah di Indonesia. Sementara itu, faktor internal berupa tersedianya fasilitas laboratorium yang pada saat itu relatif lengkap, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Peralatan laboratorium yang telah dimiliki sejak berdirinya PTPG masih tersimpan di dalam gudang, bahkan sebagian di antaranya mengalami kerusakan akibat tidak pernah digunakan.
Pimpinan IKIP Malang pada waktu itu menunjukkan kepekaan dan respons yang sangat baik terhadap kondisi tersebut. Keputusan untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia sekaligus menjawab kebutuhan tenaga pendidik menjadi landasan penting bagi pembentukan Jurusan Ilmu Kimia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa berdirinya Jurusan Ilmu Kimia berlangsung dengan lancar berkat perencanaan yang matang serta kepemimpinan yang cermat dan bijaksana dari para tokoh pendirinya, yaitu Prof. Dr. D. Dwijoseputro, M.Sc. selaku pimpinan IKIP Malang, Sunarto Tjitrowinoto, M.A. selaku Pembantu Rektor II IKIP Malang, serta Parmanto, M.A. selaku pimpinan Jurusan Matematika.

Pada awalnya Jurusan Ilmu Kimia menempati ruang XII K berdampingan dengan Lab. Kimia (sekarang merupakan unit G Fakultas Teknik). Perkembangan selanjutnya membutuhkan ruang gerak yang lebih luas bersamaan makin berkembangnya Jurusan Ilmu Kimia. Pada tahun 1967, Jurusan Ilmu Kimia berpindah tempat ke Jl. Surabaya dan mendapatkan satu ruangan kuliah di unit A FIP (saat ini menjadi kompleks Rektorat) dan sebuah laboratorium di unit C (saat ini menjadi gedung Fakultas Pendidikan Psikologi). Pada tahun berikutnya Jurusan Ilmu Kimia mendapat satu ruang tambahan dari unit C. Dengan keterbatasan ruang dan tenaga yang tersedia, Jurusan Ilmu Kimia mulai menunjukkan hasilnya yang pertama dengan lulusnya Sie Tiong Gwan, B.A. Saat itu Jurusan Kimia hanya memiliki tingkat Sarjana Muda (SM). Dengan bertambahnya staf pengajar dan kemampuan yang ada, pada tahun 1968 Jurusan Ilmu Kimia membuka Progam sarjana dengan mahasiswa Samsuri, B.A.
Pada tahun 1975 , sesuai dengan sistem yang berlaku di IKIP Malang sebutan jurusan di semua fakultas diganti dengan departemen. Berdasarkan ketentuan ini nama Jurusan Ilmu Kimia berubah nama menjadi Departemen Ilmu Kimia. Pada tahun 1978, IKIP Malang melakukan pengembangan dengan menempatkan FKIE (termasuk Departemen Ilmu Kimia) pada gedung di unit T dan V (saat ini unit E4 dan E5). Departeman Ilmu Kimia saat itu menempati unit T (unit E4), sedangkan Laboratorium Kimia di unit V (unit E5). Laboratorium yang dimilikipun berkembang menjadi 4 Laboratorium. Pada tahun 1979 sistem penjenjangan Sarjana Muda dan Sarjana dihapus dan diganti dengan Strata 0 ( S-0 ) dan Strata 1 ( S-1 ). Seiring dengan perubahan tersebut istilah departemen tidak lagi digunakan dan sebagai penggantinya digunakan kembali istilah jurusan.
Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 1981 yang pada dasarnya merupakan penataan kembali fakultas di lingkungan Universitas dan Institut, maka nama Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta diganti dengan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA). Salah satu jurusan yang bernaung di bawah FPMIPA IKIP Malang adalah Jurusan Pendidikan Kimia. IKIP Malang melalui Progam Studi Pendidikan Doktor (PSPD) yang sekarang dikenal sebagai Progam Pasca Sarjana membuka Progam Magister (S2) Pendidikan Kimia pada tahun 1985. Sejak tahun 1994 sampai sekarang Jurusan Pendidikan Kimia menempati gedung baru yang cukup memadai yaitu di gedung O2 yang berada di kompleks gedung FPMIPA. Fasilitas yang dimilikipun juga semakin lengkap, diantaranya fasilitas ruang seminar dan diskusi, 6 ruang laboratorium, 1 ruang laboratorium komputer, 1 ruang laboratorium pembelajaran, peralatan dan instrumen laboratorium, perlengkapan perkuliahan (peralatan dan media pembelajaran), serta fasilitas pendukung lainnya. Selain mendapatkan gedung baru, Jurusan Pendidikan Kimia juga mendapatkan fasilitas ruang laboratorium tambahan di gedung GLB (O4) dan ruang kuliah tambahan di gedung GKB (O3) dan gedung SPA (O8). Kesemuanya di lingkungan FPMIPA.
Pada tahun 1997, Dirjen Dikti mengeluarkan keputusan No. 241 / DIKTI / Kep. / 1997, tanggal 15 Agustus 1997 yang berisi perluasan mandat kepada FPMIPA IKIP untuk menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan sarjana non-kependidikan. Dengan demikian Jurusan Pendidikan Kimia mulai tahun 1997 menyelenggarakan Progam Studi S1 Pendidikan Kimia dan Progam Studi S1 Kimia. Berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 93 tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999, IKIP Malang berganti nama menjadi Universitas Negeri Malang (UM). Sebagai Implikasi dari Keppres tersebut, nama fakultas FPMIPA diganti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), nama jurusan pendidikan Kimia juga berubah menjadi Jurusan Kimia yang menaungi Progam Studi S1 Pendidikan Kimia dan Progam Studi S1 Kimia. Perkembangan Jurusan berlanjut dengan dibukanya Progam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kimia pada tahun 2012. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2013 Jurusan Kimia dipercaya kembali untuk menyelenggarakan Progam Studi S3 Pendidikan Kimia. Sekarang, Jurusan Kimia juga dipercaya menyelenggarakan Progam Studi S2 Kimia.

| No | Nama Ketua Jurusan/Departemen | Periode |
|---|---|---|
| 1 | Soenarto Tjitrowinoto, M.A. | 1964–1965 |
| 2 | Drs. Maksum Nitiatmojo | 1965–1966 |
| 3 | Soenarto Tjitrowinoto, M.A. | 1966–1970 |
| 4 | Drs. Maksum Nitiatmojo | 1970–1974 |
| 5 | Drs. Samsuri * | 1974–1975 |
| 6 | Drs. Wahjudi | 1975–1977 |
| 7 | Drs. Samsuri | 1977–1978 |
| 8 | Dra. Sridati | 1979–1983 |
| 9 | Drs. Sutardi | 1983–1990 |
| 10 | Dra. Sridati | 1990–1996 |
| 11 | Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si. | 1996–2000 |
| 12 | Drs. Prayitno, M.Pd. | 2000–2010 |
| 14 | Dr. Sutrisno, M.Si. | 2010–2014 |
| 15 | Prof. Dr. Aman Santoso, M.Si. | 2015–2019 |
| 16 | Prof. Dr. Sumari, M.Si. | 2019–2022 |
* Menjabat sebagai Pejabat Ketua Jurusan karena Drs. Maksum Nitiatmojo pergi ke Malaysia.

Visi Departemen Kimia FMIPA UM
Visi Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) adalah Pada tahun 2030 FMIPA UM menjadi departemen unggul dan rujukan dalam pembelajaran, penelitian dan pengabdian, dan inovasi bidang Kimia serta kependidikannya di kawasan Asia Tenggara.
Misi Departemen Kimia FMIPA UM
Misi Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) adalah sebagai berikut:
- Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kreatif, inovatif, efektif, dengan mengoptimalkan teknologi.
- Menyelenggarakan penelitian kimia serta kependidikannya untuk pengembangan ilmu dan inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan hasil penelitian dan inovasi kimia serta kependidikannya.
- Menyelenggarakan tata pamong yang otonom, akuntabel, dan transparan yang menjamin peningkatan kualitas berkelanjutan
Tujuan Departemen Kimia FMIPA UM
Tujuan Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) adalah sebagai berikut:
- Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan/atau profesi yang bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, memiliki komitmen kebangsaan, dan mampu berkembang secara profesional.
- Meningkatkan hasil karya akademik dalam bidang Kimia serta kependidikannya yang bermutu dan unggul.
- Meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat berbasis pada hasil penelitian dan inovasi Kimia serta kependidikannya untuk mendukung pengembangan pendidikan, memajukan kesejahteraan masyarakat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Menghasilkan kinerja institusi yang otonom, akuntabel, dan transparan untuk menjamin peningkatan kualitas berkelanjutan
Perkembangan Staf Pengajar dan Tenaga Pendidikan (1964 – 2025)
Pada awalnya Departemen Kimia hanya memiliki 2 tenaga tetap yaitu Sunarto Tjitrowinoto, M.A. dan Samsuri, B.A. Dua orang tenaga ini sudah tentu tidak mungkin melaksanakan semua kegiatan perkuliahan, maka diperlukan tenaga-tenaga lain sebagai tenaga luar biasa diantaranya R. Subandi (sampai tahun 1967) dan Dra. Nie Khing Hwa. Selanjutnya bulan Maret 1965, tanaga luar biasa yang dimiliki Jurusan Kimia bertambah lagi yaitu Drs. Maksum Nitiatmojo. Pertambahan staf pengajar memang lambat dan baru nampak cepat mulai pertengahan dasawarsa 1970-an sehingga pada masa ini kekuatan staf pengajar telah menjadi 38 orang. Selama perkembangannya terdapat beberapa staf pengajar yang mengundurkan diri ataupun purna bakti. Perubahan staf pengajar dan tenaga kependidikan secara berurutan dalam lingkungan Jurusan Kimia adalah sebagai berikut.
| No | Nama Dosen | Tahun Masuk |
|---|---|---|
| 1 | Sunarto Tjitrowinoto | 1960 |
| 2 | Samsuri | 1963 |
| 3 | Nie Khing Hwa | 1964 |
| 4 | Maksum Nitiatmojo | 1965 |
| 5 | J. Rijadi Sarojo | 1967 |
| 6 | Wahjoedi | 1968 |
| 7 | Sutardi | 1969 |
| 8 | Sridati | 1971 |
| 9 | Soebagio | 1976 |
| 10 | Rachmad Nugroho | 1976 |
| 11 | Prayitno | 1976 |
| 12 | Mackinnu | 1976 |
| 13 | Santosa | 1976 |
| 14 | Dermawan Afandy | 1976 |
| 15 | Suhadi Ibnu | 1978 |
| 16 | Supardjito | 1980 |
| 17 | Fariati | 1980 |
| 18 | Tri Maryami | 1980 |
| 19 | Dedek S. | 1980 |
| 20 | Darsono Sigit | 1980 |
| 21 | Santosa | 1980 |
| 22 | Effendy | 1980 |
| 23 | Moh. Sodiq Ibnu | 1980 |
| 24 | Muhammad Su’aidy | 1981 |
| 25 | Srini M. Iskandar | 1982 |
| 26 | Ida Bagus Suryadharma | 1983 |
| 27 | Siti Marfu’ah | 1986 |
| 28 | Subandi | 1986 |
| 29 | Muhadi | 1987 |
| 30 | Sutrisno | 1988 |
| 31 | I Wayan Dasna | 1988 |
| 32 | Mahmudi | 1988 |
| 33 | Fauziatul Fajaroh | 1988 |
| 34 | Hayuni Retno Widarti | 1990 |
| 35 | Parlan | 1990 |
| 36 | Ridwan Joharmawan | 1990 |
| 37 | Sumari | 1991 |
| 38 | Surjani Wonorahardjo | 1991 |
| 39 | Sri Rahayu | 1991 |
| 40 | Aman Santoso | 1992 |
| 41 | Suharti | 1992 |
| 42 | Muntholib | 1993 |
| 43 | Munzil | 1993 |
| 44 | Yahmin | 1993 |
| 45 | Anik Puji Hayati | 1994 |
| 46 | Yudhi Utomo | 1996 |
| 47 | Evi Susanti | 1998 |
| 48 | Herunata | 1998 |
| 49 | Nazriati | 1998 |
| 50 | Irma Kartika Kusumaningrum | 1998 |
| 51 | Neena Zakia | 1999 |
| 52 | Anugrah Ricky Wijaya | 2000 |
| 53 | Adilah Aliyatulmuna | 2001 |
| 54 | Laurent Octaviana | 2004 |
| 55 | Oktavia Sulistina | 2005 |
| 56 | Eli Hendrik Sanjaya | 2006 |
| 57 | Habiddin | 2008 |
| 58 | Nani Farida | 2009 |
| 59 | Muhammad Muchson | 2012 |
| 60 | Husni Wahyu Wijaya | 2014 |
| 61 | Rini Retnosari | 2015 |
| 62 | Ubed Sonai Fahruddin Arrozi | 2015 |
| 63 | Ihsan Budi Rachman | 2018 |
| 64 | Meyga Evi Ferama Sari | 2018 |
| 65 | Hanumi Oktiyani Rusdi | 2019 |
| 66 | Mieke Alvionita | 2019 |
| 67 | Endang Ciptawati | 2019 |
| 68 | Daratu Eviana Kusuma Putri | 2019 |
| 69 | Danar | 2019 |
| 70 | Nur Candra Eka Setiawan | 2019 |
| 71 | Indah Nur Pramesti | 2020 |
| 72 | Hadi Nur | 2021 |
| 73 | Intan Kusuma Dewi | 2022 |
| 74 | Galih Satrio Putra | 2022 |
| 75 | Algafari Bakti Manggara | 2024 |
| No | Nama Tendik / PLP | Tahun Masuk |
|---|---|---|
| 1 | Suparlan | 1965 |
| 2 | Soegiyanto | 1979 |
| 3 | Slamet Budiman | 1980 |
| 4 | Suparno | 1982 |
| 5 | Drs. Sapto Pamudji | 1993 |
| 6 | Drs. Djarot Mardijanto | 1999 |
| 7 | Suharti, A.Md. | 1999 |
| 8 | Supriadi | 1992 |
| 9 | M. Lukman Buchori, S.Pd. | 2014 |
| 10 | Zanuar Tri Eni, S.Pd. | 2014 |
| 11 | Nurul Chisyam CH. | 2007 |
| 12 | C. Guntur Hari Santoso | 2009 |
| 13 | Basori | 2012 |
| 14 | Faja Manafiadin, S.Si. | 2025 |

