SDG 4, SDG 5, SDG 9, SDG 17

Universitas Negeri Malang, 11 Juli 2024 – Departemen Kimia Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan workshop penggunaan alat Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Alat yang digunakan dalam workshop ini merupakan hasil pengadaan melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan di Universitas Negeri Malang khususnya Departemen Kimia. Workshop dihadiri oleh dosen praktisi, dosen kimia, laboran dan mahasiswa. Acara yang berlangsung di Departemen Kimia ini dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Kimia, Prof. Dr.Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si, M.Sc. (Gambar 1)
Dalam sambutannya, Prof. Dr.Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si, M.Sc menyampaikan pentingnya penguasaan instrumentasi bagi pembelajaran di Departemen kimia. “Dengan memahami penggunaan dan memiliki keterampilan dalam pengoperasian, kita dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di bidang kimia. Ini adalah langkah penting dalam upaya meningkatkan kompetensi akademik dan riset yang berkualitas,” ujar Prof. Dr.Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si, M.Sc.

Pelatihan ini menghadirkan dosen praktisi, Bapak Pribadi Socojati (Senior Engineer, PT. Karunia Duta Medika), seorang ahli dalam bidang instrumentasi khususnya AAS dan FTIR. Dalam sesi workshop, Bapak Pribadi menjelaskan teori dasar, prinsip kerja, serta aplikasi AAS dan FTIR dalam analisis kimia. Beliau juga melakukan praktik langsung penggunaan alat AAS dan FTIR bersama-sama dengan bapak ibu dosen kimia, laboran dan mahasiswa, sehingga dapat memahami cara pengoperasian dan analisis data yang dihasilkan (Gambar 2, Gambar 3, dan Gambar 4).

Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Salah satu mahasiswa, Khairil, mengatakan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan pengetahuan teori, kami juga bisa langsung praktik menggunakan alat instrumentasi AAS dan FTIR, sehingga kami lebih paham dan percaya diri dalam mengoperasikannya sekaligus yang lebih penting lagi kami lebih siap dalam menghadapi tantangan kerja nantinya setelah lulus karena kami memiliki pengalaman lebih saat di jenjang perkuliahan.”

Kepala laboran dan bapak ibu laboran yang hadir juga mengapresiasi kegiatan ini. Menurut Dr. Nazriati, M.Si, selaku kepala laboran, “Dengan adanya pelatihan ini, semua laboran lebih memahami cara kerja dan pemeliharaan alat instrumentasi AAS dan FTIR, sehingga dapat membantu dalam pengelolaan laboratorium yang lebih baik.”
Acara pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan dosen praktisi. Ketua Departemen Kimia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kompetensi seluruh civitas akademika di Departemen Kimia Universitas Negeri Malang.


