Friday , 26 May 2017

Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah dengan E-learning

18 Mei 2016

Tingkatkan

Malang-Keterbatasan waktu, biaya, tempat tinggal berjauhan hal ini yang menyebabkan kolaborasi penyelesaian karya ilmiah tidak efisien.  Sehingga  diperlukan dibuatkan wadah yang dapat mengakomodasi kegiatan. Wadah tersebut salah satunya adalah e-learning.

“Saya selalu berupaya mengelola e-learning untuk peningkatan kualitas karya ilmiah, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa. Sehingga tidak hanya dosen dan mahasiswa yang tergabung disini, juga ada dosen mitra kami. Salah satunya dari perguruan tinggi swasta adalah Sekolah Tinggi Teknik Dharmaswara Madiun. Kami juga berdampingan dengan Widaswara dari Kemendagri dan Balai Pengembangan dan Pembangunan Masyarakat Desa (BPPMD) Malang,”papar Eka Pramono.

“Dari hasil penelitian itu bisa saya simpulkan, sebenarnya korps pendidik baik itu dosen, guru pengajar, maupun trainer fasilitator punya kepentingan yang sama. Mereka punya acara, dan punya cita-cita yang sama, yaitu mengembangkan karya ilmiah  dalam bentuk tulisan bisa artikel bisa jurnal dan semua punya potensi,”ujar dosen TEP FIP.

Akan tetapi memang perlu wahana untuk menyatukan wawasan saling tukar pikiran, bahkan dalam beberapa hal harus bersinergi. Kerjasama ini untuk mengkayakan khasanah karya ilmiah komunitas di tim itu.

“Kami melihat ada beberapa  potensi teknologi yang bisa diimplementasikan diantaranya yang berkembang di penelitian dua tahun terakhir yaitu teknologi wiki,” ungkap Kepala Lab. TEP FIP.

“Wiki semacam Wikipedia jika di khasanah internet bisa didayagunakan untuk penyuntingan bersama secara online. Kami pandang ini suatu hal yang penting dan baik.  Karena di forum itu nanti anggota komunitas bisa berkerjasama, walau secara geografis berjauhan. Secara realnya, siapa yang menyunting, dan siapa  yang disunting. Semua yang berkontribusi bisa diatur mengenai hak atau penghargaan yang meraka terima,”jelasnya.

Selama ini dikalangan dosen atau widiaiswara yang menyunting atau disunting secara langsung/ tatapmuka ada kultur sungkan, ewuh pakewuh. Karena mungkin tulisannya banyak koreksi, kritikan,  bahkan di corat-coret mengakibatkan rasa sungkan.

“Hal itu ternyata dengan teknologi wiki penyuntingan bersama online  hal  seperti itu bisa direduksi. Saya akan terus kembangkan lebih dari kupas sisi ilmiahnya.” tambahnya

Bimbingan model ini diawali tatapmuka untuk sosialisasi, kemudian sedikit tutorial jadwal waktu sudah disiapkan oleh Jurusan.

“Kemudian kami sosialisasikan dan koordinasikan secara teknis.  Dalam sesi koordinasi tentang bagaimana  pelaksanaan dan cara monitoring, untuk kontak tetap continue semuanya secara online,” ungkapnya.

“Saya berharap, bisa mngembangkan lebih jauh lagi, dengan berbekal semangat yang kami miliki itu. Sedangkan untuk lembaga, baik lembaga kami maupun lembaga mitra.  Saya membutuhkan dukungan moril maupun materil. Sebenarnya yang kami perlukan adalah semangat terlebih dahulu,  dan itu sudah tercapai. Terakhir yang saya perlukan payung regulasi (MoU). Sehingga secara administratif formalitas apa yang kami lakukan itu ada payung yuridis formal. Pada giliranya kami akan leluasa dan bisa berkembang secara optimal,”harapnya.

Penulis: Budiharto
Editor: Moch. Syahri
Sumber: http://www.um.ac.id/