Monday , 20 February 2017

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E MENGGUNAKAN REAL LABORATORY DAN VIRTUAL LABORATORY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK DENGAN KEMAMPUAN AWAL BERBEDA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E MENGGUNAKAN REAL LABORATORY DAN VIRTUAL LABORATORY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK DENGAN KEMAMPUAN AWAL BERBEDA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

Mawadatur Rohmah, S.Pd. *, Prof. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., & Dr. Endang Budiasih, M.S.

Program Studi S2 Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang No.5, 65145

*Corresponding author’s Email: mawmaumaw@yahoo.co.id

 

ABSTRAK

 

Kesetimbangan kimia merupakan salah satu materi kimia yang dipelajari di SMA kelas XI. Dalam materi ini, terdapat beberapa konsep yang dianggap sulit oleh peserta didik. Fakta adanya konsep sulit inilah yang membuat materi kesetimbangan kimia harus disampaikan menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat sehingga peserta dapat memahami konsep dengan baik. Pada penelitian ini digunakan model pembelajaran learning cycle 5E menggunakan real laboratory dan virtual laboratory untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Faktor lain yang mempengaruhi pemahaman konsep peserta didik adalah kemampuan awal. Kemampuan awal dianggap berpengaruh terhadap pemahaman konsep peserta didik karena pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta didik sebelumnya dapat dijadikan sebagai dasar dalam mempelajari hal-hal baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E (LC 5E) menggunakan real laboratory dan virtual laboratory dengan kemampuan awal berbeda pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu Factorialized (2×2) Version of Non-equivalent Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik avalibility sampling atau convenience sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Malang kelas XI MIA 4 (25 peserta didik) yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E menggunakan real laboratory dan XI MIA 5 (25 peserta didik) yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E menggunakan virtual laboratory. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan yang terdiri dari RPP dan bahan ajar, dan instrumen pengukuran berupa tes pemahaman konsep yang terdiri dari 29 soal pilihan ganda dengan kriteria valid dan reliabilitas sebesar 0,740. Analisis data dilakukan dengan analisis varian dua jalur (Two Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan pemahaman konsep peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E menggunakan real laboratory dan virtual laboratory. Namun hasil perbandingan perolehan nilai rata-rata pemahaman konsep menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi yang dibelajarkan menggunakan real laboratory memiliki nilai lebih tinggi daripada yang menggunakan virtual laboratory, sedangkan peserta didik yang memiliki kemampuan awal rendah yang dibelajarkan menggunakan virtual laboratory memiliki nilai lebih tinggi daripada yang menggunakan real laboratory. (2) tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal peserta didik dengan model pembelajaran terhadap pemahaman konsep peserta didik pada materi kesetimbangan kimia.

 

Kata kunci : learning cycle 5E, real laboratory, virtual laboratory, pemahaman konsep, kemampuan awal.