Thursday , 25 May 2017

PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING DAN GAMBARAN MIKROSKOPIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATERI IKATAN KIMIA DAN MOTIVASI SISWA

PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING DAN GAMBARAN MIKROSKOPIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATERI IKATAN KIMIA DAN MOTIVASI SISWA

 

Hendrawania*, Subandi , Fauziatul Fajaroh ,

Program Studi Pendidikan Kimia S2, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang No.5, Malang, Jawa Timur

*Corresponding author’s Email: henisha_25@yahoo.com

ABSTRAK

 

Materi ikatan kimia mecakup konsep-konsep abstrak yang sulit difahami oleh siswa. Kesulitan siswa dalam mempelajari ikatan kimia ditandai dengan rendahnya hasil belajar dan luasnya area kesalahan konsep pada materi ikatan kimia yang telah dilaporkan pada penelitian sebelumnya baik di luar negeri maupun dalam negeri. Konsep-konsep abstrak dalam pelajaran kimia memerlukan bantuan gambaran mikroskopik dan juga hubungan ketiga level frepresentasi untuk membantu memotivasi siswa dalam belajar. Sementara pengajaran ikatan kimia selama ini masih menggunakan metode ceramah dan jauh dari membantu siswa dalam memahami ketiga level representasi. Pengajaran dengan inkuiri terbimbing dan bantuan gambaran mikroskopik diduga dapat membantu siswa dalam mengkonstruk pemahaman konsep yang lebih baik dan meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari konsep abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) perbandingan pemahaman konsep siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dengan gambaran mikroskopik dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan inuiri terbimbing tanpa gambaran mikroskopik, serta siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah (2) perbandingan motivasi belajar siswa pada kelas inkuiri terbimbing dan gambaran mikroskopik, kelas inkuiri terbimbing dan kelas ceramah.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dengan desain faktorial 3×1. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Gunungsari yang mengambil mata pelajaran kimia. Sampel penelitian adalah siswa kelas X IPA 1, X IPA 2 dan X IPA 3 SMAN 1 Gunungsari yang diambil dengan probability sampling dengan kemampuan awal yang sama. Data pemahaman konsep siswa diperoleh dari hasil tes pemahaman konsep ikatan kimia yang disusun oleh Lulik Aryani. Data motivasi belajar siswa diperoleh berdasarkan skor item angket motivasi siswa yang diterjemahkan dari tes STSL. Analisis data menggunakan uji Anava One Ways masing-masing untuk mengukur pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan pemahaman konsep siswa yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dan gambaran mikroskopik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing tanpa gambaran mikroskopik serta siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Pemahaman konsep siswa pada kelas inkuiri terbimbing dipadu gambaran mikroskopik lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbinng dan ceramah. Siswa yang dibelajrakan dengan inkuiri terbimbing mempunyai pemahaman konsep yang lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan ceramah.(2) ada perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dan bantuan gambaran mikroskopik dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing tanpa bantuan gambaran mikroskopik dan ceramah.

 

Kata Kunci: gambaran mikroskopik, inkuiri terbimbing, pemahaman konsep, ikatan kimia,motivasi belajar.