Tuesday , 25 July 2017

Pecahkan Problematika Sempitnya Lapangan Kerja dengan Keahlian Wirausaha


 

Pecahkan Problematika Sempitnya Lapangan Kerja dengan Keahlian Wirausaha

 

17 Mei 2016

Malang-Problematika lulusan sekarang ini adalah sempitnya lapangan pekerjaan. Dunia usaha yang diharapkan menyiapkan lapangan kerja sudah tidak mampu lagi. Solusinya, lulusan SMK harus dibekali keahlian berwirausaha.

“Lulusan SMK sebaiknua tidak hanya mengandalkan pekerjaan di sektor formal. Akan tapi, mereka harus mampu memulai dengan keahlian yang dimiliki untuk menjadi wirausaha. Sebenarnya,  SMK dilihat dari sisi keterampilan, potensi menciptakan produk itu sudah luar biasa.” Ujar Dr. Agung Winarno, M.M

Menurut Dr. Agung kurikulum SMK sudah bagus. Kompetensi lulusannya memungkinkan menciptakan produk baru. Permasalahannya mereka lulus belum mampu memodifikasi produk menjadi layak jual di pasaran, sehingga mereka belum bisa membuka lapangan pekerja sendiri.

Penyebab utamanya adalah nilai-nilai sikap jiwa wirausaha yang dimiliki tidak cukup.

“Ketika kami kaji lebih jauh memang persoalannya adalah pendidikan didalam Sekolah Menengan Kejuruan guru-guru wirausahanya itu, lebih cenderung ke guru-guru teori, bukan guru profesional yang telah berpengalaman menjadi wirausaha sukses,”ungkapnya.

Para lulusan SMK belum punya sikap berani mengambil resiko, sehingga mereka belum mampu menghadapi tantangan macam-macam. Dengan kata lain, guru SMK  belum mampu mengubah sikap-sikap ketergantungan kepada orang lain, dari pada menjadi lebih mandiri.

“Oleh karena itu, kami beberapa  tahun ini konsen untuk melakukan riset-riset terkait dengan model pendidikan wirausaha  yang relevan. Kami tahun ini juga menyebarluaskan pendidikan wirausaha berbasis karakter, dalam bentuk buku modul sebagai pedoman baik untuk guru maupun siswa,” ujarnya.

“Kami berharap dengan membaca buku modul itu siswa memiliki perubahan. Guru-pun juga harus ada sedikit perubahan didalam penerapan belajar di kelas-kelas “katanya.

Kerjasama sekolah dengan dunia usaha selama ini banyak yang hanya berupa mengirim siswanya untuk praktek kerja saja. Belum sampai kepada bagaimana produk siswa ini dibantu menjadi produk yang siap dipasarkan.

“Kedepan menurut saya, sekolah harus punya link dengan dunia usaha, sehingga sekolah mampu menjadi tempat anak belajar awal mempraktekkan mengelola usaha. Saya kira hal itu  yang menjadi pekerjaan besar bagi SMK mendatang,” tambahnya.

Jika belajar dari pengalaman beberapa negara lain yang pendidikan wirausahanya bagus. Pengajar di sana harus punya standar sertifikat menjadi guru wirausaha, sehingga dia berbeda dengan guru teori. Sehinggga mereka punya sertifikat sebagai motivator dan juga menjadi mediator bagi anak didik.

“Nantinya secara otomatis gurunya harus punya jaringan yang luas. Jika gurunya sendiri tidak punya jaringan  luas, bagaimana guru bisa memberi teladan kepada siswanya. Kalau gurunya tidak punya pengalaman bisnis bagaimana dia bisa bercerita mengelola usaha dengan baik,”harapnya.

Penulis: Budiharto
Editor: Moch. Syahri
Sumber: http://www.um.ac.id/