Sunday , 19 November 2017

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBUKA DAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI KIMIA

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBUKA DAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI KIMIA

 

Fatchiyatun Ni’mah*, Suhadi Ibnu, Sri Rahayu

Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang No. 5, Malang

*Corresponding author’s Email: fatchiyatun@yahoo.com

 

ABSTRAK

 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memiliki dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Siswa sebagai bagian dari masyarakat global perlu dilibatkan dalam menjawab permasalahan tersebut. Hal ini dapat dicapai apabila siswa memiliki literasi sains yang memadai. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh PISA dan TIMSS, siswa Indonesia masih lemah dalam literasi sains dan berada pada kategori rendah (Low International Benchmark). Aspek materi kimia yang harus dikembangkan mencakup aspek-aspek yang ada dalam literasi sains. Literasi sains diukur dari tiga dimensi, yaitu pengetahuan ilmiah, keterampilan proses dan sikap siswa terhadap kimia. Salah satu materi kimia yang dapat mencakup aspek-aspek yang ada di dalam literasi sains adalah materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Materi ini memiliki karakteristik makroskopis, mikroskopis dan simbolik. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran inkuiri terbuka dan inkuiri terbimbing untuk memecahkan permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan melihat peningkatan literasi sains setelah pembelajaran inkuiri terbuka dan inkuiri terbimbing serta adanya perbedaan literasi sains siswa diantara kedua kelas setelah pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pretest-posttest non-equivalent group design yang termasuk dalam jenis rancangan penelitian eksperimental semu (quasi experimental). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 (33 siswa) yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbuka dan XI IPA 2 (34 siswa) yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (terdiri dari RPP, bahan ajar dan LKS) dan instrumen pengukuran yang terdiri dari tes pengetahuan ilmiah, keterampilan proses dan sikap siswa terhadap kimia. Reliabilitas instrumen pengetahuan ilmiah sebesar 0,847, sedangkan instrumen untuk keterampilan proses siswa memiliki reliabilitas sebesar 0,701. Insrumen angket sikap siswa terhadap kimia terdiri dari 33 butir pernyataan dengan nilai reliabilitas sebesar 0,759. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif menggunakan normal gain score (normalized gain score) dan analisis statistik inferensial menggunakan teknik analisis anakova dengan taraf signifikansi α sebesar 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbuka, yaitu aspek pengetahuan ilmiah (g= 0,63) dan keterampilan proses (g= 0,47), dan sikap siswa terhadap kimia (g= 0,02), (2) terjadi peningkatan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, yaitu untuk aspek pengetahuan ilmiah (g= 0,86), keterampilan proses (0,82), dan sikap siswa terhadap kimia (g= 0,35), dan (3) terdapat perbedaan peningkatan literasi sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbuka dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Perbedaan terjadi untuk ketiga aspek, yaitu pengetahuan ilmiah (sig= 0,000), keterampilan proses (sig= 0,000) dan sikap siswa terhadap kimia (sig= 0,000). Berdasarkan hasil uji statistik dapat dikatakan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih efektif dibandingkan model pembelajaran inkuiri terbuka.

 

Kata kunci: inkuiri terbuka, inkuiri terbimbing, literasi sains, pengetahuan ilmiah, keterampilan proses, sikap siswa terhadap kimia